Tuesday, July 4, 2017

Literary Appreciation "THE LEGEND of CRYING STONE"




THE LEGEND of CRYING STONE
The Legend of  Kalimantan

 
Dahulu kala di desa terpencil di atas bukit hiduplah seorang janda yang mempunyai anak yang sangat cantik bernama Darmi.  Darmi memang bukan anak orang kaya. Ibunya hanya seorang janda miskin. Untuk menghidupi mereka berdua ibunya bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam. Pekerjaan apapun dia lakukan. , Mencari kayu bakar di hutan, menyabit rumput untuk pakan kambing tetangga, mencucikan baju orang lain,. Apapun dia kerjakan untuk bisa memperoleh upah. Sebaliknya Darmi adalah anak yang manja. Sedikitpun dia tidak iba melihat ibunya bekerja keras sepanjang hari. Bahkan dengan teganya dia memaksa ibunya memberinya uang jika ada sesuatu yang ingin dibelinya.
Suatu saat Darmi meminta uang pada ibunya untuk membeli pakaian mahal, tetapi ibunya tidak punya uang.
“Uma, ayo berikan uang padaku! Besok akan ada pesta di desa sebelah, aku harus pergi dengan memakai baju baru. Bajuku sudah usang semua,” katanya. “tetapi Uma sudah tidak cukup lagi, nak!” kata ibunya. Darmi tetap memaksa ibunya memberinya uang  dengan berkata kasar dan tanpa memperdulikan ibunya yang mengiba.“Alah itu kan urusan Uma buat cari uang lagi. Baju yang kemarin itu kan sudah aku pakai, malu dong pakai baju yang itu-itu lagi. Nanti apa kata orang! Sudahlah ayo berikan uangnya sekarang!” kata Darmi dengan kasar. Terpaksa sang ibu memberikan uang yang diminta anaknya itu. Dia memang sangat sayang dengan anak semata wayangnya itu.
Begitulah, hari demi hari sang ibu semakin tua dan menderita. Sementara Darmi yang dikaruniai wajah yang cantik semakin boros.Kerjaannya hanya menghabiskan uang untuk membeli baju-baju bagus, alat-alat kosmetik yang mahal dan pergi ke pesta-pesta untuk memamerkan kecantikannya.
Darmi memandangi wajahnya lewat cermin yang tergantung di dinding kamarnya.“Ah aku memang jelita,” katanya. “Lebih pantas bagiku untuk tinggal di istana raja daripada di gubuk reot seperti ini.
Matanya memandang ke sekeliling ruangan. Hanya selembar kasur yang tidak empuk tempat dia tidur yang mengisi ruangan itu. Tidak ada meja hias yang sangat dia dambakan. Bahkan lemari untuk pakaian pun hanya sebuah peti bekas. Darmi mengeluh dalam hati.
Suatu  hari Darmi meminta ibunya untuk membelikannya bedak di pasar. Tapi Ibunya tidak tahu bedak apa yang dimaksud. Lalu ibunya berinisiatif mengajaknya kepasar. Tetapi Darmi malu jika harus berjalan beriringan dengan ibunya yang memakai pakaian kumuh dan kumal. “Ih, aku malu berjalan bersama ibu. Apa kata orang nanti. Darmi yang jelita berjalan dengan seorang nenek yang kumuh” katanya sambil mencibir. “Ya sudah kalau kau malu berjalan bersamaku. Ibu akan berjalan di belakangmu,” dengan sabar ibunya mengatakan akan berjalan di belakangnya dan tidak akan mengajaknya berbicara.
Akhirnya mereka pun berjalan beriringan. Sangat ganjil kelihatannya. Darmi terlihat sangat cantik dengan baju merah mudanya yang terlihat mahal dan dibelakangnya ibunya sudah bungkuk memakai baju lusuh penuh tambalan. Di tengah jalan Darmi bertemu dengan teman-temannya dari desa tetangga yang menyapanya, dan bertanya siapa wanita yang ada dibelakangnya . Darmi menjawab bahwa yang berjalan dibelakangnya adalah pembantunya.
“Hai Darmi, mau pergi kemana kau?” sapa mereka.
“Aku mau ke pasar,” jawab Darmi.
“Oh, siapa nenek yang di belakangmu itu? Ibumu?” tanya mereka.
“Oh bukan! Bukan!. Mana mungkin ibuku sejelek itu. Dia itu cuma pembantuku,” sahut Darmi cepat-cepat.Betapa hancur hati ibunya mendengar anak kesayangannya tidak mau mengakuinya sebagai ibunya sendiri.
 Betapa hancur hati ibunya mendengar anak kesayangannya tidak mau mengakuinya sebagai ibunya sendiri. Namun ditahannya rasa dukanya di dalam hati.
Kejadian itu berulang terus-menerus sepanjang perjalanan mereka. Semakin lama hati ibu semakin hancur. Akhirnya dia tidak tahan lagi menahan kesedihannya. Sambil bercucuran air mata dia menegur anaknya mengapa ia tidak mau mengakuinya sebagai ibunya.
“Wahai anakku sebegitu malunyakah kau mengakui aku sebagai ibumu?. Tidak tahukah kamu Surga Ada Ditelapak Kaki umamu?.
Aku yang melahirkanmu ke dunia ini. Apakah ini balasanmu pada ibumu yang menyayangimu?”Darmi menoleh dan berkata, “Hah aku tidak minta dilahirkan oleh ibu yang miskin sepertimu. Aku tidak pantas menjadi anak uma.
Lihatlah wajah ibu! Jelek, keriput dan lusuh! Uma lebih pantas jadi pembantuku daripada jadi Umaku!” Usai mengucapkan kata-kata kasar tersebut Darmi dengan angkuh kembali meneruskan langkahnya. Uma Darmi sambil bercucuran air  mata mengadukan dukanya Kepada Tuhan . Wajahnya menengadah kelangit dan dari mulutnya keluarlah kutukan.
Tiba-tiba langit berubah mendung dan kilat menyambar-nyambar diiringi guntur yang menggelegar. Darmi ketakutan dan hendak berlari ke arah ibunya. Namun dia merasa kakinya begitu berat. Ketika dia memandang ke bawah dilihatnya kakinya telah menjadi batu, lalu kini betisnya, pahanya dan terus naik ke atas. Darmi ketakutan, dia berteriak meminta pertolongan pada ibunya. Tapi ibunya hanya memandangnya dengan berderai air mata.
Ibu Darmi tidak tega melihat anaknya menjadi batu, tapi tidak ada yang bisa dilakukannya. Nasi sudah menjadi bubur. Kutukan yang terucap tidak bisa ditarik kembali. Akhirnya dia hanya bisa memeluk anaknya yang masih memohon ampun dan menangis hingga akhirnya suaranya hilang dan seluruh tubuhnya menjadi batu.
Literary Appreciation
1.      Plot
·         Chronological  Plot
Once upon a time, there was a poor woman who has the beautiful daughter. Her name is Darmi. Darmi is a spoiled girl. She was not pity to see her mother worked hard all day. In fact, she forced her mother gave her the money if there is something you want to buy. She always spent her money to buy nice clothes,   the expensive cosmetic and went to the parties to show off her beauty.One day Darmi asked her mother to buy her powder on the market. But the mother did not know what powder that she meant.
Then her mother took the initiative to take him to the market. But Darmi shame if it should walk side by side with her mother who worn grungy clothes and scruffy. Patiently, mother said it would walk behind her and would not ask her to talk.Darmi was walking with her mother to the market.
 suddenly she met with the youth. When Darmi was asked if the poor woman was her mother, Darmi not admit it because her ragged appearance. Her mother was sad, and pray for justice in God. finally thunderstorms grabbed the girl slowly.  She also became a stone, she was crying begged for mercy, but all too late.
2.      Setting
·         Time               :
Ø  Once upon a time
       Once upon a time in a remote village on the hill there was
       an widow who had a very beautiful child that is named
       Darmi.
Ø  One day
       One day,  Darmi asked her mother to buy her powder on
       the market. But the mother did not know what he meant
       powder. 
·         Place               :
Ø    In the village road
In the road, Darmi meet up with friends from aNearbyvillage who greeted him."Hi Darmi, where are you going?" Asked them."I'm going to the market," said Darmi."Oh, who's grandmother who's behind it? Your mother? "They asked."Oh no! Not!.
How could she that bad. She was just a servant, "said Darmi.What destroyed his mother's heart to hear her beloved child does not want to admit as his own mother.
Ø    In a humble house
Darmi looked at her face in the mirror that hung on her        wall."Ah I was beautiful," he said. "It's worthy for me
to stay at the royal palace than in the rickety shacks like
this."Her eyes scanned the room. Only a piece of
matterssthat is not soft where she slept that filled
the room. No dressing table who she is very much
wanted. Even the locker room was only a former crate .
Darmi groan inwardly.
·         Environment :
Ø  Touching. Quoted from the sentence:
"O my daughter, all that you're embarrassed to admit me as a mother? I who bring you into this world. Is this your recompense to your mother who loves you? "
Darmi turned and said, "Huh I did not ask to be born by the poor mothers like you. I do not deserve to be your daughter. Look at the mother's face! Ugly, wrinkled and shabby! You are more deserve to be a the servant rather than my mother! "
Ø  Scary. Quoted from the sentence:
Suddenly the sky turned cloudy and  lightning accompanied by thunder. Darmi frightened and wanted to run towards her mother. But she felt her  legs were so heavy.
When she looked down she saw her feet have become stone, and now her calves, thighs and continue upward. Darmi was fear, he shouted for help to her mother. But her mother just looked at her with tears.
Ø  Angry. Quoted from the sentence:
"Alah it was mother's business to find money again. I have already wear this clothes yesterday, I'm shy to wear this clothes again. Later, what are people say! Anyway let's give the money now! "Said Darmi harshly.
3.      Character       :
Ø  Participants
·         Darmi as a daughter
·         The Poor Woman as a mother
Ø  Attitude and behaviour
I.      Darmi :Arrogant, Idler, Spoiled, coercive, and
disobedience.Quoted from the sentence:
·         Darmi looked at her face in the mirror that hung on her wall."Ah I was beautiful," she said. "It's appropriate for me to stay at the royal palace than in rickety shacks like this.
·         Conversely Darmi is a spoiled girl. She was not pity to see her mother worked hard all day.
·         In fact, she forced her to give him money if there is something you want to buy."Mom, let's give the money to me! Tomorrow there will be a party in the next village, I had to get away with wearing new clothes. My shirt was worn all, "she said.
·         "Huh I did not ask to be born by the poor mothers like you. I do not deserve to be your daughter. Look at the mother's face! Ugly, wrinkled and shabby! You are more deserve to be a the servant rather than my mother! "
II.   Mother: kind, Patience, Hard Worker. Quoted from
Thesentence:
·         His mother was just a poor widow. To support them both, his mother toiled from morning to night. Any job he did. Looking for fir/ewood in the forest, cutting grass to feed the neighbors goat, wash the clothes of others, whatever he was doing to earn the wages
·          "Well if you're ashamed to walk with me. Mother would walk behind you, "his mother said sadly.
4.      Genre/ style                : Tragedy
On Folklore "The legend of  Crying Stone" tells the story about a girl named Darmi who rebel against her mother and does not want to recognize her own mother. And in the end her mother cursed her into stone.
5.      Tone                           : Sad Ending
Because of perfidious to her mother Darmi was cursed into stone and the people called that stone is Crying Stone
6.      Moral value                : From the story we can take lessons. We must respect our
parent, especially our mother. Don’t be rebellious child. We must make our parent happy and proud with us.
7.      Purpose                      :Don’t  be rebellious child
8.      Theme                        : the daughter who have disobeyed their parents.
9.      Meaning                     :
·      General           : Uma
·      Specific            : Ibu (Mother), Mama, Bunda
10.  Device                         :
·         Structural
Ø Contrast : when Darmi asked her mother to walk
             behind her and don’t talk with her.
Ø Dialogue : -
·        Science
Ø Symbolic word : the poor woman. The beautiful girl
Ø Similarity    : Membanting Tulang = Bekerja Keras
Ø Metaphor   :
· Don’t you know, there is a heaven
  under  your mother’s palm.
· The rice had been the porridge.




No comments:

Post a Comment

An Experience that Caused You to Learn Something about Yourself

An Experience that Caused You to Learn Something about Yourself When I studied in Senior High School, I have the wonderful experience. It ha...